Wednesday, July 2, 2014

Seminar Energi Nasional
“Revitalisasi Kebutuhan dan Ketersediaan Gas Untuk Industri dan Upaya Preventif Krisis Energi Nasional 2025”
Selamat datang kembali warga imtek dan semuanya yang berkunjung ke blog kami. Kali ini kami akan memperkenalkan salah satu kegiatan kami yang sudah dilaksanakan bulan lalu. Kegiatan kami yaitu mengadakan acara Seminar Energi Nasional yang bertema “Revitalisasi Kebutuhan dan Ketersediaan Gas Untuk Industri dan Upaya Preventif Krisis Energi Nasional 2025” baca terus kelanjutannya yahhhh….
I.      Pendahuluan
Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) memperkirakan kebutuhan gas bumi untuk industri dalam negeri pada 2014 sekitar 3.053,59 Million Metric Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD). Dari sejumlah 3.053,59 MMSCFD tersebut, 1.175,50 MMSCFD digunakan sebagai bahan baku dan untuk kebutuhan sebagai sumber energi mencapai 1.876,09 MMSCFD. Kebutuhan energi gas bumi sebagai bahan baku paling besar dikonstribusi oleh industri pupuk sebanyak 805 MMSCFD dan disusul industri petrokimia sebesar 370,50 MMSCFD dan sebagai sumber energi industri logam paling besar mengkonsumsi 998,22 MMSCFD. Bila dibandingkan dengan konsumsi energi tahun 2010 [2.785,73 MMSCFD] maka terjadi peningkatan konsumsi energi gas bumi sejumlah 1.000 MMSCFD. Menurut Kementerian ESDM, pemerintah Indonesia menghabiskan US$ 120 juta atau sekitar Rp1,5 triliun per-hari untuk mengimpor Bahan Bakar Minyak (BBM) dan minyak mentah guna memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Diperkirakan tahun 2019 kita akan impor Rp1,8 triliun  per-hari. Sementara itu, pasokan gas domestik dari 12 region diperkirakan hanya 1.130 MMSCFD berarti antara kebutuhan dan pasokan terjadi defisit hampir 3 kali lipat terhadap kebutuhan tahun 2014. Padahal, gas nasional saat ini mencapai 152,9 Triliun Standard Cubic Feet [TSFC] dengan cadangan terbukti 104,7 TSCF dan cadangan potensial 48,2 TSCF.
 Dimanakah letak ketimpangan tersebut? Apakah pada regulasi di Hulu dan Hilir? Apakah pada pertumbuhan Industri Kimia yang tidak berbasis pada potensi gas bumi yang ada? Apakah karena keterlambatan perkembangan teknologi eksplorasi dan teknologi proses yang berakibat penurunan lifting produksi gas bumi ataukah karena belum tersedianya infrastruktur gas bumi secara utuh dan terpadu [misalnya belum terpadunya antara industri petrokimia dengan industri hulunya?
Pemerintah memastikan akan menjalankan pemanfaatan pipa gas baik distribusi maupun transmisi secara bersama (open access) sesuai amanat UU No. 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Apakah ini bisa membantu menyelesaikan defisit gas yang berakibat merevisi Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 tahun 2009 tentang Kegiatan Usaha Gas Bumi Melalui Pipa di mana dalam UU Migas, Peraturan Pemerintah No. 36 tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hilir Migas, Pasal 8 Ayat 3 UU Migas menyebutkan pengangkutan gas bumi untuk kepentingan umum, pemanfaatan terbuka bagi semua pakai, atau memang diperlukan suatu Public Private Partnership?

Masalah ini yang akan didiskusikan pada Seminar Nasional Energi antara stakeholder dan pemangku regulasi.

II.      Kegiatan Yang Dilaksanakan
1.      Nama Kegiatan

Seminar Nasional “Revitalisasi Kebutuhan dan Ketersediaan Gas Untuk Industri dan Upaya Preventif Krisis Energi Nasional 2025”.

2.      Rangkaian Kegiatan
Materi Kegiatan :

Materi pembicara Seminar Nasional Kimia 2014 “Revitalisasi Kebutuhan dan Ketersediaan Gas  Untuk Industri 2025 dan Upaya Preventif Krisis Energi Nasional 2025”.
Pembicara:
1.      Muhammad Khayam (Direktoral Industri Kimia Kementerian Perindustrian RI)
2.      Susilo Baskoro (HR Manager PT Schlumberger)
3.      Achmad Safiun (Ketua Forum Industri Pengguna Gas Bumi)
4.      Budi Sadiman Selaku (Wakil Ketua Asosiasi Plastik Indonesia)
5.      Ir. A.S Nasution, M.Sc (Ahli Peneliti Utama Lemigas)
6.      Direksi PT. Waitana Energi Mutumanikam
      Moderator :
·         S Herry Putranto Selaku Ketua Migas Indonesia*

III.Maksud Dan Tujuan Kegiatan

Maksud Kegiatan
         Maksud dari pelaksanaan kegiatan Seminar Nasional Revitalisasi Kebutuhan dan Ketersediaan Gas Untuk Industri dan Upaya Preventif Krisis Energi Nasional 2025  adalah sebuah seminar berskala nasional yang membahas tentang bagaimana kita membahas perkembangannya, dan juga pengolahannya di Indonesia.
Tujuan Kegiatan
1  .      Mengetahui potensi gas dan Energi di Indonesia.
2  .      Mengetahui perkembangan gas dan enegi nasional di Indonesia.
3  .      Mengetahui manfaat dari gas dan energi itu sendiri.
4  .      Memberikan informasi tentang proses pengolahan gas dan energi.
5  .      Memberikan informasi perkembangan tentang gas dan energi yang ada di indonesia
6  .      Menumbuhkan keyakinan kepada peserta tentang besarnya peran gas dan energi dalam kehidupan.










Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

thanks for your coment ^^